Text
Kalah dan Menang
Roman Kalah dan Menang menceritakan peristiwa-peristiwa selama Perang Dunia II, pendudukan Jepang di Indonesia serta perjuangan untuk kemerdekaan.
Roman ini mempertentangkan jiwa humanisme dalam bentuk seorang cendekiawan Swiss dengan jiwa bushido Jepang dalam bentuk seorang Samurai. Meski tidak seia dan sekata, tapi antara keduanya telah terjadi percintaan yang mesra. Roman ini sarat akan konflik batin dan dialog seputar rasio, keuniversalan, humanisme dunia modern, serta perang itu sendiri yang tidak jelas makna dan tujuannya.
Kekuatan roman ini terletak pada pengalaman pribadi penulis akan renungan, penghayatan dan pengertian atas kebudayaan serta manusia Jepang, maupun soal-soal masyarakat dan kebudayaan di Indonesia dan dunia selama dan setelah Perang Dunia II usai.
Roman Kalah dan Menang disumbangkan sebagai renungan pata peringatan 50 tahun Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1978.
S. Takdir Alisjahbana (11 Februari 1908 - 14 Juli 1994). Novelnya yang lain adalah : Layar Terkembang, Tak Putus Dirundung Malang, Dian Yang Tak Kunjung Padam, Anak Perawan Di Sarang Penyamun, Grotta Azzura: Kisah Cinta dan Cita.
| F0493-1 | 813 S. T | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain