Text
yang saya Alami Peristiwa G 30 S (Sebelum, Saat Meletus dan Sesudahnya)
Saya lahir di Kepanjen (selatan Malang), Jatim, 15 September 1914. Ayah saya, Kusnadi Wedono Kapanjen. Ibu saya, Sapirah, ibu rumah tangga biasa. Saya adalah anak ke dua dari enam bersaudara. Saya dibesarkan dalam keluarga Islam yang taat. Untuk ukuran posisi ayah di desa kecil Kepanjen saat itu, keluarga kami cukup terhormat. Masa kanak-kanak saya habiskan di Kepanjen. Saya sekolah di SR (Sekolah Rakyat tingkat SD) di sana.
Lulus SR, saya masuk MULO (setingkat SMP) di Malang. Sebab, di Kepanjen belum ada sekolah MULO saat itu. Lulus MULO saya lanjutkan ke AMS (setingkat SMA) juga di Malang. Saya lulus AMS tahun 1928. Saya masuk sekolah terlalu dini, sehingga pada usia 14 tahun saya sudah tamat AMS.
Tamat AMS, saya memilih melanjutkan ke sekolah kedokteran di Jakarta. Tempatnya di Jalan Salemba yang kemudian berubah menjadi Universitas Indonesia. Saat itu saya memang ingin menjadi dokter. Semasa sekolah kedokteran, saya banyak kenal dengan para pemuda pejuang, termasuk Bung Karno. Sebelum lulus, tahun 1936 saya menikah dengan Hurustiati, seorang mahasiswi tapi beda fakultas dengan saya.
Begitu lulus, saya langsung ditarik pemerintahan kolonial menjadi dokter di Semarang sekarang RS Dr. Karyadi. Hanya beberapa bulan kemudian saya dipindahkan ke Jakarta (sekarang RS Dr Cipto Mangunkusumo). Untuk menyalurkan hobi berdiskusi saat mahasiswa, saya masuk PSI. Hanya dalam waktu beberapa bulan saja pada 1940 saya sudah menjadi wakil ketua PSI.
Akhirnya saya mundur dari rumah sakit. Saya juga tidak praktik pribadi. Sebab, saya jenuh dengan pekerjaan yang menurut saya monoton. Saya lebih tertarik berorganisasi.
| NF0376 | 959.8036 SOE y | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain